Saturday, November 9, 2013

HELLOFEST 9 - DAY 01


Hari ini (Sabtu 9 November 2013) mungkin merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu bagi para fans pop culture, pasalnya salah satu event pop culture terbesar di Indonesia, Hellofest, yang diadakan satu tahun sekali akan diselenggarakan. Hellofest 9 kali ini diselenggarakan di Kompleks Kolam Renang Senayan, Jakarta. Seperti pada Hellofest sebelumnya, Hellofest 9 menghadirkan ratusan cosplayer untuk saling unjuk kebolehan. Selain itu, terdapat acara-acara spesial lainnya seperti penampilan karya animasi lokal dan screening anime terkenal karya Makoto Shinkai, Garden of Words. Berikut adalah hasil perjalanan "MOE Hunting" saya dalam Hellofest 9.


THE LONG QUEUE AND WAITING
Setelah memeriksa seluruh perlengkapan tempur, sayapun berangkat ke Hellofest 9. Agar semua kegiatan "Hunting" menjadi lancar, saya sengaja beragkat lebih pagi dan tiba di lokasi Hellofest pukul 9.30. Karena gerbang (dijadwalkan) dibuka pada pukul 10.00, sayapun harus menunggu. Saya cukup terkejut melihat antusias para fans pop culture yang telah banyak datang dan telah membuat antrian cukup panjang di lokasi, padahal gerbang belum dibuka. OK, sayapun harus mengantri dan saya memperkirakan paling lambat pukul 11.00 saya sudah di dalam lokasi Hellofest 9. Perkiraan saya ternyata meleset karena gerbang dibuka oleh panitia pukul 11.30. Kondisi antrian yang panjang dan cuaca yang panas ditambah "ngaret"-nya panitia sentak membuat beberapa pengunjung marah, bahkan ada satu wanita yang berdiri tepat di sebelah saya marah-marah bukan main. Dia memaki-maki panitia di hadapan pengunjung lainnya. Dalam kondisi seperti ini bagi saya yang terpenting bukanlah marah, namun bagaimana caranya agar energi saya tidak habis oleh antrian ini. Setelah menunggu sekian lama, akhirnya pada pukul 12.00 saya berhasil memasuki lokasi. Saya langsung mengeluarkan kamera, dan bersiap untuk "Hunting".

Antrian panjang menuju pintu masuk Hellofest 9
GOODS COME FIRST
Saya sudah di dalam lokasi Hellofest 9. Hiruk pikuk pengunjung berbaur dengan warna-warni kostum para cosplayer membuat saya semangat untuk "Hunting". Tapi yang pertama saya lakukan bukanlah memotret suasana ataupun mengambil gambar para cosplayer. Di Hellofest 9 terdapat berbagai macam lapak yang menjajakan produk-produk berbau pop culture, ya inilah yang saya incar terlebih dulu karena barang-barang tersebut biasanya tidak di-restock pada hari berikutnya. Setelah melihat peta lokasi, sayapun langsung meluncur ke lapak yang saya incar. Dengan sisa uang tabungan saya, sayapun membeli sebuah kemeja, 2 kaos dan 2 aksesoris. Selain lapak yang menjajakan produk berbau anime, banyak juga lapak yang menjajakan produk lain seperti mainan, aksesoris, topi, dll. Ada juga lapak yang menawarkan jasa seperti kursus animasi dan sejenisnya. Tak terasa uang 400 ribu pun ludes, namun saya tidak menyesal.

Berbagai macam lapak pernak-pernik di Hellofest 9
Hasil "Hunting" pertama
BRING YOUR OWN FOOD AND DRINK
"Jakarta iru panas lho...", itulah kata-kata sebagian dari teman saya dulu sewaktu saya kuliah di Bandung. Kata-kata mereka terbukti merupakan fakta karena meskipun cuaca Jakarta pada saat itu adalah berawan, namun panasnya memang bukan main. Mungkin kerumunan pengunjung bercampur dengan para cosplayer dan panitia membuat suasana menjadi gerah. Ketika gerah pasti kita akan merasa haus dan ketika haus pasti kita mencari minuman. Hellofest 9 menyediakan berbagai macam lapak makanan, mulai dari makanan ala Jepang sampai ala barat. Minuman pun bervariasai dari es serut hingga air mineral. Sudah menjadi tradisi bila dalam sebuah event harga makanan dan minuman akan menjadi lebih mahal. Membawa makanan dan minuman sendiri adalah cara untuk menekan pengeluaran di Hellofest 9. Betapa tidak, satu harga minuman green tea di mini market biasa yang hanya 5000-6000 rupiah melonjak menjadi 10 ribu rupiah di Hellofest 9, padahal minuman tersebut dijual di lapak sebuah minimarket yangikut berpartisipasi. Bayangkan jika Anda membutuhkan 4 botol minuman dalam sehari di Hellofest 9, Anda perlu merogok koceh 40 ribu rupiah hanya untuk minuman saja. Jika Anda membelinya di luar, Anda dapat menghemat 20 ribu yang mana dana tersebut dapat dialokasikan untuk membeli pernak-pernik lain (poster misalnya), kecuali jika Anda memang niat untuk wisata kuliner di Hellofest 9. Bukan Hellofest jika tidak ada sesuatu yang unik, saya menemukan beberapa lapak makanan dengan staff-nya yang memakai pakaian maid. Selain dapat menarik pengunjung, para maid tersebut juga merupakan "penyegar" di cuaca yang panas ini.



Lapak makanan dan para maid-nya

COSPLAYER IN ACTION
Sepotong roti coklat keju yang saya beli dari minimarket ditambah sebotol air mineral sepertinya telah cukup mengganjal perut saya. Barang sudah dapat dan perut sudah kenyang, kini saatnya menyaksikan aksi para cosplayer di panggung utama. Aksi dari  para cosplayer memang sangat seru. Dengan berbagai tema kostum yang ditampilkan, mereka berhasil membuat suasana panggung menjadi sangat meriah. Sebagian dari aksi mereka sempat saya abadikan kedalam bentuk digital, inilah diantaranya...



















I HATE THAT "PIRATE" GUY
Para cosplayer yang tampil di panggung utama sungguh sangat hebat. Mereka mampu mendedikasikan sebagian waktu untuk hobinya. Saya yakin mereka bukanlah artis, mungkin mereka dalah wartawan, buruh atau malah masih pelajar. Saya sangat memuji mereka yang bisa berkreasi sedemikian hebatnya untuk Hellofest 9. Sebagai "bukan artis" saya maklumi jika masih ada kekurangan pada mereka, misal aksi dan ekspresi ketika tampil di atas panggung yang belum maksimal, dan kostum yang tidak terlalu detail. Sayangnya rasa "maklum" tersebut kurang dimiliki oleh seorang juri di Hellofest 9 ini. Pria bertubuh gemuk dengan topi "pirate" ini sering mengkritik pedas para cosplayer yang tampil. Tidak tanggung-tanggung di salah satu komentarnya ia berkata bahwa seharusnya seorang cosplayer memakai bahan yang ringan dan canggih seperti karbonit. Saya lantas berfikir, apakah mampu seorang cosplayer remaja mengolah karbonit? mungkin membelinya saja dia tidak mampu. Ya, kritik-kritik pedas ini seharusnya tidak dilancarkan olehnya mengingat para cosplayer yang rata-rata masih remaja. Jika mereka malas ber-cosplay lagi gara-gara kritik tersebut berarti kita telah kehilangan satu bibit kreatif Indonesia. Mungkin sang juri tidak menyadarinya dan tidak ada yang berani bilang (mungkin dia seorang yang punya posisi atau seorang "profesional") atau mungkin sifatnya memang begitu, bagaimanapun itu saya tetap memakluminya. Saya disini hanya menguratakan pendapat tentang penjurian yang saya nilai kurang etis jika seorang cosplayer diberikan kritik sepedas itu. Bagi para cosplayer hendaknya jangan menghiraukan kritik tersebut namun tetap mempertimbangkannya. Jika Anda tidak suka dengan jurinya, Anda bisa anggap jurinya hilang satu. Selebihnya, nikmatilah Helofest 9.

"ignore that 'pirate guy' and enjoy the show, right everyone?"
HERE'S THE MOE
OK, setelah menonton di panggung utama saatnya berkeliling untuk "MOE Hunting". Sejujurnya waktu saya banyak dihabiskan untuk kegiatan ini. Saya berkeliling mencari para cosplayer (wanita tentunya) untuk saya abadikan dalam bentuk digital. Inilah dia beberapa cosplayer imut-imut yang ikut andil dalam meramaikan Hellofest 9...
















FAILED TO GET MAKOTO SHINKAI's SIGNATURE
Salah satu acara yang paling saya tunggu adalah screening anime Garden of Words, yang mana setelah film-nya selesai diputar akan ada kuis yang berhadiah tiga poster yang ditandatangani oleh sang produser, Makoto Shinkai. Sayangnya saya gagal mendapatkan poster tersebut. Setelah acara screening berakhir sayapun pulang karena waktu telah menunjukan pukul 18.30 dan saya harus menyimpan energi untuk hari ke-2 di Hellofest 9.

No comments:

Post a Comment